Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan belum ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung terpilih karena harus menunggu hasil sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) kepala daerah di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hari ini sendiri, Selasa (26/o1/2021), MK menggelar sidang untuk 35 permohonan PHP dalam tiga panel di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Sidang permohonan PHP Kabupaten Bandung dan kota serta kabupaten di Jawa Barat yang menyelenggarakan Pilkada di Jawa Barat ditangani oleh Panel 2 dengan Hakim Konstitusi Aswanto, Suhartoyo dan Daniel Yusmic Pancastaki Foekh.

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan pendahuluan itu, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi mengingatkan para peserta sidang untuk menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Mohon untuk perhatian kita bersama, baik pemohon, termohon KPU, Bawaslu dan calon pihak terkait yang masih duduk di belakang, bahwa dalam rangka persidangan ini, kita melakukan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat, baik dari sisi orang dan dokumen sehingga kita bisa terhindar dari paparan COVID-19," ujar Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

Sementara itu, Panel 1 dipimpin oleh Hakim Konstitusi Anwar Usman, Wahiduddin Adams dan Enny Nurbaningsih memeriksa perkara sengketa Pilkada Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, Sumatra Selatan dan Maluku Utara.

Sengketa hasil Pilkada Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Jambi, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Riau, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Papua, Papua Barat, Suamtera Selatan dan Maluku diperiksa Hakim Konstitusi Aswanto, Suhartoyo dan Daniel Yusmic Pancastaki Foekh di Panel 2.

Kemudian Panel 3 dengan Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Saldi Isra dan Manahan MP Sitompul memeriksa perkara sengketa hasil Pilkada Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Sumatera Selatan dan Maluku Utara.

Total sebanyak 132 permohonan perselisihan hasil pemilihan kepada daerah yang sudah diregistrasi Mahkamah Konstitusi.

Hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Kabupaten Bandung, yang dilakukan KPU Selasa 15 Desember 2020, memutuskan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Bandung mendapatkan suara terbanyak, yakni pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. Mereka unggul dengan dukungan suara 56,01 persen.

Keputusan itu diambil setelah rapat pleno perhitungan rekapitulasi suara Pilkada Kabupaten Bandung, yang dilakukan di Gedung Bale Pinter, Selasa 15 Desember 2020.

KPU memutuskan pasangan nomor urut 3, Dadang Supriatna dan artis Sahrul Gunawan, dinyatakan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Bandung setelah mendapatkan suara terbanyak dengan 56,01 persen atau 928.602.

Sementara pasangan nomor urut 1, Nia dan Usman Sayogi, mendapatkan suara sebanyak 30,6 persen atau 511.431 suara. Pasangan nomor urut 2, Yena dan Atep memperoleh suara 217.780 suara atau 13,13 persen.

Dengan hasil perolehan suara tersebut, maka KPU Kabupaten Bandung menetapkan pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan sebagai pemenang di Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, setelah melakukan perhitungan rekapitulasi suara pilkada, pasangan Dadang Supriatna - Sahrul Gunawan unggul dalam perolehan suara pilkada Kabupaten Bandung.

Agus mengatakan, jika ada paslon yang hendak melakukan gugatan, diberikan waktu selama tiga hari ke depan sebelum penetapan calon terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung periode 2021-2026. 

Namun berdasarkan data KPU, hasil kemenangan Dadang-Sahrul digugat ke MK. Duduk sebagai pemohon adalah pasangan nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi.