Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mendesak Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia atas kelakuan (mantan) Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap ekspor benur lobster.

“Ayo, kemana nih Prabowo, ketua umum saya. Kok diam aja sih. Keluar dong, tunjukkan diri ke masyarakat dan katakan maaf yang sebesar besarnya terkait Edhy Prabowo. Jangan cuma ketua harian yang bicara di publik,” ujar Arief Poyuono.

Lebih jauh Arief Poyuono menambahkan, masyarakat sangat menunggu pernyataan langsung Prabowo terkait kasus yang menghebohkan tersebut.

“Tahu enggak, masyarakat menantikan ucapan Mas, mereka ingin tahu pesan apa yang ingin disampaikan Mas Bowo,” sambung Arief Poyuono.

Mantan Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan, dirinya tahu pasti bahwa Prabowo tidak memiliki jiwa pengecut. Karena itulah, dia dan kader Gerindra lainnya ingin mendengarkan penjelasan langsung Prabowo mengenai penangkapan Edhy Prabowo yang disebutnya sebagai kader terbaik Gerindra.

“Saya sampai detik ini masih punya impian  Indonesia nanti punya presiden yang bernama Prabowo Subianto. Karena itu saya meminta Mas Bowo bicaralah. Jangan diam seribu bahasa,” kata dia lagi sambil meminta Prabowo ikut bertanggungjawab atas kejadian yang sangat memalukan untuk Gerindra ini.

Pernyataan langsung dari Prabowo menurut hemat Arief Poyuono sangat penting karena menyangkut keselamatan partai yang sudah dibangun dengan susah payah hingga menjadi partai terbesar kedua di Indonesia.

“Ayo bicara Mas Bowo. Kami menunggu arahan dan perintahmu. Akan kemana arah partai nanti,” pungkasnya.