Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal Firli Bahuri mengonfirmasi lembaga antirasuah telah menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Hal itu disampaikan Firli via pesan singkat kepada wartawan.

"Tadi malam menteri KKP diamankan KPK di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat kembali dari Honolulu. Yang bersangkutan terlibat korupsi dalam penetapan izin ekspor baby lobster," ujarnya.

Menurut Firli, Edhy saat ini berada di KPK untuk dimintai keterangan. Penjelasan resmi, lanjut dia, akan segera disampaikan KPK.

"Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu," kata Firli.

Ditangkapnya orang kepercayaan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam dugaan korupsi penetapan izin ekspor baby lobster mendapat banyak sorotan. Salah satunya terkait harta kekayaan yang dimiliki Edhy Prabowo.

Kendarai Motor RX King 2002

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK, Edhy Prabowo diketahui memiliki harta senilai Rp 7,42 miliar.

Sebagian besar harta Edhy berbentuk tanah dengan nilai total Rp 4,35 miliar. Sebagian tanah tersebut terdiri atas 7 kavling dengan luas total 10,3 hektare di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Selain itu, Eddy memiliki tanah dan bangunan seluas 462 meter di Bandung senilai Rp 1,36 miliar. Selanjutnya ada juga tanah seluas 4.654 meter dan tanah bangunan seluas 121 meter di Bandung Barat.

Uniknya, Edhy tergolong tak memiliki mobil yang masuk kategori mewah. Mobil termahal yang dimiliki Edhy sesuai laporan tersebut hanya Mitsubishi Pajero Sport tahun 2017 senilai Rp 500 juta. Edhy juga memiliki mobil yang sama, namun tahun yang lebih tua, yakni 2011 dengan nilai Rp 270 juta.

Edhy juga tidak memiliki motor mewah. Motor yang dia punya hanya Yamaha RX-King 2002 senilai Rp 4 juta dan Honda Beat tahun 2009 senilai Rp 6 juta.

Namun, Edhy melaporkan memiliki sepeda road bike mewah merek BMC dengan nilai Rp 65 juta.

Edhy melaporkan juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1,93 miliar dan uang atau setara dengan kas senilai Rp 256,52 juta.