Tak biasanya, Angela Tanoesudibjo, puteri taipan Hary Tanoesudibjo yang kini menjabat Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tampil di muka publik mewakili pemerintah. Kali ini, dia bicara soal stimulus sektor pariwisata. Di mana, pemerintah akan memberikan diskon pariwisata pada 2021.

Menurut Anggela, ada beberapa syarat sebelum insentif bagi wisatawan domestik itu disalurkan. Syaratnya adalah situasi sudah kondusif dan diharapkan vaksin Covid-19 sudah ditemukan serta disebarluaskan. "Pandemi Covid-19 membuat tren pariwisata berubah. Dalam jangka pendek pada 2021, pasca-vaksin, dengan catatan kondisi sudah kondusif, kami menyiapkan program diskon pariwisata," kata Angela dalam acara 'Bincang Maya Tourism Industry Post Covid-19, Survival and Revival Strategy' pada Jumat (16/10/2020).

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah akan memberikan diskon paket wisata sebesar 50 persen berdasarkan nomor induk kependudukan atau NIK. Menurut Luhut Pandjaitan, besaran diskon paket wisata maksimal Rp2,35 juta per penduduk.

Pemerintah menganggarkan Rp 895 triliun untuk restrukturisasi berbagai bidang yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Sektor pariwisata memperoleh alokasi Rp 1 triliun yang digunakan untuk diskon paket wisata. Rencananya diskon paket wisata ini dapat digunakan saat pemerintah mendustribusikan vaksin Covid-19 pada Desember 2020. Hingga saat itu pula, fokus pariwisata akan menyasar wisatawan domestik.

Masih kata Angela yang berwajab oriental ini, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pasar wisata domestik. Bercermin dari data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 sebanyak 16,1 juta orang, total pengeluaran mereka sebesar Rp274 triliun. Angaka 'jajan' wisatawan mancanegara ini masih lebih sedikit dibanding wisatawan domestik, yakni Rp307 triliun untuk 282 juta orang yang melakukan perjalanan domestik.

Angka itu belum termasuk warga Indonesia yang melancong ke luar negeri. Mengutip data Organisasi Pariwisata Dunia atau The World Tourism Organization (UNWTO), jumlah warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada 2018 mencapai 9,5 juta orang dengan pengeluaran sekitar Rp150 triliun.