Bintang sinetron Feby Febiola mengungkapkan kisah hidupnya yang kini menetap di Pulau Dewata. Ia harus memulai kembali dari nol bersama suaminya, Franky Sihombing dan berniat pensiun jadi artis. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Feby sampai memutuskan hal itu?

Kepada presenter Daniel Mananta dalam video di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Feby Febiola blak-blakan memberi kesaksian tentang awal pengalamannya tinggal di Bali, dunia keartisan, serta penyakit kanker yang diidapnya.

Feby mengaku usai menikah dengan Franky Sihombing, ia tak lagi tertarik dengan dunia hiburan yang membesarkan namanya.

"Jadi waktu gue habis married, kita memutuskan untuk pindah ke Bali. Terus terang gue sudah rada enek ya sama dunia entertainment," kata Feby Febiola.

"Mendadak segala sesuatu yang dulu menjadi core hidup gue, sesuatu yang gue banggakan itu kayak sudah enggak ada daya tariknya lagi," Feby, menambahkan.

Karenanya, Feby dan suami kemudian memutuskan untuk pindah dari Jakarta dan menetap di Bali. Bahkan, sebelum pindah, Feby Febiola menolak tawaran bermain sinetron kejar tayang.

"Kayak udah enggak ada yang surprise me lagi yang bikin gue excited lagi. Akhirnya, ya sudahlah kami pindah ke Bali," ujarnya.

Kepindahan Feby ke Bali tentu dengan risiko, ia harus menghadapi tahap awal dalam kehidupannya. Saat itu, Feby dan Franky memulai kehidupan yang sederhana dengan tinggal di sebuah indekos.

"Kami pindah ke Bali itu benar-benar nol. Pertama kali kami ngekos karena gue mikirnya gini, gue udah enaklah kalau di Jakarta semua harus serba glam," kata Feby.

"Terus kami mikir kami mesti jaga pengeluaran ya daripada kami jor-joran sewa rumah," sambungnya.

Setelah berpindah-pindah tempat kos, Feby Febiola akhirnya menyewa sebuah rumah kontrakan sederhana.

Ia juga sempat membuka bisnis kafe, tetapi sayangnya tidak berhasil.

"Dua sampai tiga kali kami pindah kos terus buka kafe tapi gagal, terus pindah ke rumah kontrakan yang sederhana, jangan pikir rumah kontrakannya yang bagus, ini yang biasa banget," terang Feby.

Meski mengalami hal yang berat di awal kepindahannya ke Bali, Feby Febiola dan suami tetap berjuang melewatinya.

Setelah kehidupannya mulai berjalan lancar, Feby kembali mendapat ujian hidup. Ia divonis mengidap penyakit kanker ovarium stadium 1C. Selanjutnya, Feby melakukan operasi pengangkatan rahim serta memangkas habis rambutnya. Feby Febiola berpendapat tak sedikit orang yang berprasangka buruk dengan apa yang dia alami.

"Kadang orang-orang merasa kalau misalkan ada sesuatu yang buruk terjadi, 'Wah pasti ini hidupnya penuh dengan dosa nih'. Padahal, kan belum tentu," kata Feby.

Menurut Feby Febiola, semua yang terjadi dalam hidupnya justru membuatnya berubah dan mendapatkan pengalaman spiritual.

"Maksud aku kayak orang gampang banget untuk berbicara menghakimi orang cuma karena sesuatu terjadi. Mungkin juga itu harus terjadi selama hidupnya dia supaya dia berubah, supaya dia mungkin menemukan Tuhan," ucapnya.

Perempuan kelahiran 27 Mei 1978 itu merasa penyakit yang diidapnya justru membawanya untuk berbagi pengalamannya kepada banyak orang.

"Bayangin enggak sih kalau misalnya gue enggak mengalami kanker ovarium, botak mungkin, lu enggak akan ngundang gue dan sekarang gue ada di sini menceritakan kebaikan Tuhan," tutur Feby.

"Kalau bukan karena gue udah dijatuhin sampai hancur berantakan, operasi diangkat rahim, kemoterapi gue tidak mengalami itu, gue tidak ada sesuatu yang buat diceritakan di sini," lanjutnya.

Feby Febiola yang awalnya mengaku berat dengan penampilan barunya tanpa mahkota akhirnya percaya diri berkat dukungan sang suami. Bahkan setelah mengunggah foto itu, Feby Febiola justru mendapat banyak dukungan dari warganet yang memberinya kekuatan.