Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki luas wilayah sekitar 3.116,00 Km2 (311.600 Ha) yang terdiri dari 5 Kecamatan dan 54 Desa/Kelurahan. Kecamatan yang memiliki wilayah paling luas adalah Kecamatan Torgamba yaitu seluas 113.640 Ha atau sekitar 36,47% dari luas total Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sedangkan kecamatan yang memiliki wilayah paling kecil adalah Kecamatan Silangkitan yaitu hanya seluas 30.370 Ha atau sekitar 9,75% dari luas total Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Secara administratif Kabupaten Labuhanbatu Selatan berbatasan dengan beberapa daerah, yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu, sebelah Selatan dengan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau dan Kabupaten Padang Lawas Utara, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Padang Lawas Utara sedangkan sebelah Timur berbatasan dengan  Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Agama mayoritas yang dianut pleh penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah Islam sebesar 85.96% dari jumlah total penduduk. Jumlah total penduduk menurut BPS 2019 Total 338.982 jiwa dengan kepadatan 87,29 jiwa/km2. Persentase pemeluk agama sebagai berikut Islam (85.96%) Kristen Protestan, (13.30%) Katolik, (0.50%), Buddha (0.22%), Konghuchu 0.01% jiwa. Jumlah penduduk penduduk terbesar pada tahun 2013 berada di kecamatan Torgamba sebanyak 103.362 jiwa) dan terkecil berada di kecamatan Silangkitang yakni 29.317 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan bertambah 23.928 jiwa atau menjadi 277.549 jiwa (meningkat 9,43 persen atau rata-rata pertahun 2,36 persen). Pertumbuhan penduduk yang tinggi dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang masih begitu luas.

Perekonomian Labuhanbatu Selatan tahun 2018 jika dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh sebesar 5,27 persen. Berdasarkan pendekatan produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,10 persen. Diikuti oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,07 persen dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 6,73 persen. Berdasarkan pendekatan pengeluaran, komponen ekspor mencapai pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 6,55 persen, disusul komponen Perubahan Inventori sebesar 6,50 persen dan komponen impor sebesar 5,83 persen. 

Tiga lapangan usaha yang memberi peran dominan terhadap PDRB Labuhanbatu selatan pada tahun 2018 yaitu: industri pengolahan sebesar 43,90%, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 26,07 persen, persen serta perdagangan besar dan eceran dan reperasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,73 %. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) memberi kontribusi terbesar yaitu  sebesar  47,85 %, menyusul komponen ekspor barang dan jasa sebesar 37,51 % dan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 27,58 %. 

Kawasan Strategis yang akan dikembangkan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, adalah: (1) Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah Cagar Alam Holiday Resort yang diperuntukkan bagi kepentingan kelestarian lingkungan; (2) Kawasan Strategis Provinsi (KSP) yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah Kawasan Pertumbuhan Labuhanbatu dan Sekitarnya, meliputi Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan; (3) Kawasan Strategis Kabupaten terdiri atas: (a) Kawasan Strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi (Kawasan Pusat Pemerintahan, Desa Sosopan dan Desa Hadundung Kecamatan Kotapinang; Kawasan Pusat perkebunan Cikampak, Langga Payung, Aek Goti dan Tanjung Medan); dan (b) Kawasan Strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup (Kawasan Taman Wisata Alam Holiday Resort di Kecamatan Torgamba; dan Kawasan Hutan di Kecamatan Sungai Kanan dan Kecamatan Torgamba.